Jumat, 05 Juli 2013

Peran Alam Bawah Sadar terhadap Perasaan


            Pada dasarnya secara tak langsung alam bawah sadar lebih tau apa yang kita rasakan. Mereka, baik secara langsung atau tidak mencoba mengeluarkan pikiran dari hati kita melalui sikap sehari-hari tanpa kita sadari. Mereka bekerja dengan memunculkan perasaan itu misal saja dengan nyanyian. Seseorang akan cenderung menyanyikan lagu yang baru saja mereka dengar secara berulang-ulang. Namun saat seseorang tidak mendengar lagu apapun tetapi secara terus menerus memikirkan lagu itu atau bahkan secara jelas menyanyikannya, bagaimana dengan hal itu? Ya, itulah yang baru saja kusebut bahwa alam bawah sadar sedang bekerja untuk memunculkan perasaan sebenarnya yang terjadi pada diri kita. Sebuah fakta lagi bahwa seseorang cenderung menyimpan beberapa hal yang tidak ingin ia umbar ke masyarakat atau juga dia sengaja tidak mengakui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya—terutama perasaanya—ini terjadi karena biasanya dia gengsi. Di sinilah peran alam bawah sadar sangat dibutuhkan. Bagaimana? Mulai percaya dengan pengamatanku? Oke kalian percaya akan kubeberkan sebuah cerita yang benar-benar terjadi pada salah seorang temanku. Sebut saja dia Faya.
            
        Faya  berdiam diri di kamar. Dia termenung sambil duduk di lantai yang mana di depannya sekarang ada sebuah buku dan bulpoin. Faya mengambil kedua benda tersebut. Awalnya ia bingung apa yang akan ia lakukan dengan kedua benda tersebut. Pada akhirnya Faya hanya mencorat-coret lembaran kosong dari buku tersebut. Bosan dengan coretan yang tak jelas dia berganti menggambar sebuah bunga—dia bilang dia hobi menggambar flora—yang kemudian iseng dia tanda tangani. Sebal karena gambarnya tak seberapa bagus dia diam sejenak dan tiba-tiba muncul potongan lirik lagu When You’re Gone-nya Avril Lavigne. Karena memang bingung apa yang akan dia lakukan dengan lembaran putih di depannya, dia menuliskan potongan lirik lagu tersebut dengan besar-besar. Lalu dia terdiam lagi sambil memandangi tulisannya dan membaca ulang lirik lagu itu. Dia bingung mengapa ia menuliskan potongan lirik itu, padahal dia rasa dia sedang tidak kehilangan seseorang.

Beberapa jam kemudian dia menghubungiku. Dia ceritakan kejadian yang mengganjal pikirannya itu—dengan kata lain dia sedang bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Memang jika tak disadari, kejadian itu akan dianggap sepele dan terabaikan. Tapi hei! Aku kemudian diam dan berpikir apa yang sebenarnya terjadi pada Faya?! Ada 2 kemungkinan, yang pertama dia baru saja mendengar lagu tersebut atau…dia memang benar-benar telah kehilangan seseorang dan merindukannya. Untuk mencari kebenaran akau menanyakan pada Faya. Dia bilang kemungkinan pertama sangat salah. Tapi dia juga membantah kemungkinan kedua. Kemudian kubuka beberapa fakta yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini. Yap akhir-akhir ini dia memang sedang terserang galau akut—alay dikit gapapa yah hehe—gara-gara pisah kelas dengan ‘someone’nya. Dan terhitung sejak tanggal 1 kemarin itulah hari terakhir dia bertemu dengan ‘someone’nya. Jadi, bagaimana? Lagu dan kejadian-kejadian sebelumnya berkaitan, bukan? Hanya saja si Faya ini tidak mengaku apa yang ia rasakan. Fix! Sekarang percaya dong dengan hasil pengamatannku :p

19:08
5-06-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar