Semua berhenti dikala cinta berbicara. Namun
cinta pun akan berhenti dikala kenyataan berkata. Perpisahan. Satu kata itu
sering menyakiti. Satu kata itu sering membuat kita sadar, bahwa apa yang telah
dipisahkan sebenarnya dibutuhkan. Dan satu kata itu sering membuat kita
berhenti pada satu lingkaran kelam yang membuat kita tak bisa maju. Aku dan
dia, mungkin memang bukan takdirnya menjadi kami. Aku selamanya aku, dan dia
akan juga selamanya menjadi dia. Aku dan dia dipisahkan oleh jarak, keinginan
dan...kesadaran. Jarak pada dasarnya bukan menjadi masalah utama, namun
keinginan dan kesadaran yang menjadi pokok permasalahan.
Setelah
perpisahan pastilah ada proses melupakan. Bukanlah hal mudah melupakan
seseorang yang pernah membuat kita selalu tersenyum, membuat kita yakin bahwa
hari esok akan lebih baik dan membuat kita sadar bahwa hari-hari bersamanya
adalah berharga. Hah sial! Mengapa harus ada yang namanya perpisahan? Apa dunia
tak ingin melihat manusia merasa bahagia dengan kebahagiaannya? Apa dunia
memang hanya menginginkan air mata? Semua pertanyaan itu berkelebat
dipikiranku. Merasa sendiri, tak berharga, dan separuh jiwa...hilang pergi
entah kemana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar