Senin, 01 Juli 2013

Perpisahan dan Move ON


                Semua berhenti dikala cinta berbicara. Namun cinta pun akan berhenti dikala kenyataan berkata. Perpisahan. Satu kata itu sering menyakiti. Satu kata itu sering membuat kita sadar, bahwa apa yang telah dipisahkan sebenarnya dibutuhkan. Dan satu kata itu sering membuat kita berhenti pada satu lingkaran kelam yang membuat kita tak bisa maju. Aku dan dia, mungkin memang bukan takdirnya menjadi kami. Aku selamanya aku, dan dia akan juga selamanya menjadi dia. Aku dan dia dipisahkan oleh jarak, keinginan dan...kesadaran. Jarak pada dasarnya bukan menjadi masalah utama, namun keinginan dan kesadaran yang menjadi pokok permasalahan.
                Setelah perpisahan pastilah ada proses melupakan. Bukanlah hal mudah melupakan seseorang yang pernah membuat kita selalu tersenyum, membuat kita yakin bahwa hari esok akan lebih baik dan membuat kita sadar bahwa hari-hari bersamanya adalah berharga. Hah sial! Mengapa harus ada yang namanya perpisahan? Apa dunia tak ingin melihat manusia merasa bahagia dengan kebahagiaannya? Apa dunia memang hanya menginginkan air mata? Semua pertanyaan itu berkelebat dipikiranku. Merasa sendiri, tak berharga, dan separuh jiwa...hilang pergi entah kemana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar