Bisakah kita berhenti pada satu pijakan dengan jalan
lurus tanpa rintangan? Tertawa setiap hari dengan orang-orang terkasih,
memperoleh kado yang berisi novel-novel terbaru dari penulis favorit, tidak ada
konflik, pertengkaran dan pertentangan, bisakah? That’s impossible! Bahkan
perlu kalian tahu sekedar berharap tidak bertemu dengan orang yang
sangat-sangat ingin kalian hindaripun itu sulit. Tuhan selalu menjawab
keinginan kalian dengan,”Maaf Aku tetap harus mempertemukan kalian dengan
caraKu,”. Lalu apakah Tuhan tidak melihat usaha kalian? Perasaan kalian? Bahkan
emosi yang sangat tertahan—entah perasaan geram, dongkol ataupun sedih—ketika
kalian melihat orang tersebut? Itu permasalahannya, maaf jika aku cenderung
menyalahkan Tuhan. Pada dasarnya aku hanya geram karena tak tahu apa
rencana-Nya yang selanjutnya. Percayalah bertemu dengan seseorang yang
seharusnya sudah lenyap dari hidup kita itu rasanya seperti….luka bakar yang
disiram perasan jeruk nipis! Tidak tahu rasanya? Coba bakar tangan kalian dan siram
dengan air jeruk nipis! Seperti itulah rasanya. Lebay dan alay? Ini pendapatku,
kalian dengarkan atau tidak…itu pilihan J. Sebal karena satu tali nyata yang tidak dapat
terputus tetap tersambung. Bukan, bukan status spesial dan lainnya. Tapi
sesuatu yang lebih sulit untuk dijelaskan namun juga menyiksa. Adil nggak sih,
ketika kalian tak tahu apa-apa tentang seseorang, tapi orang itu tahu segalanya
tentang kalian? Dan ketika suatu pemikiran tentang hal aneh di dunia yang belum
sempat terucap sama persis seperti apa yang diucapkan dengan orang itu? Itu
bencana! Kalian pikir setiap ikatan itu bernilai positif, bukan? Ini adalah
salah dua bukti bahwa ikatan tidak selalu menyenangkan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar