Sabtu, 08 Juni 2013

Apa ini?!

Di saat seperti ini aku baru menyadari bahwa dunia memang benar-benar tak terbaca. Kalian bisa mencobanya, ini untuk orang-orang pemilik mata kurang sempurna—seperti aku. Ketika kalian berkeliling kota, memandang ramainya jalan raya, puluhan kendaraan bermotor lalu lalang, kalian menyadari satu hal. Semuanya buram tanpa kacamata! Seperti itulah hidup. Buram, tak terbaca dan tak jelas. Tapi ketahuilah, di waktu kalian penuh dengan masalah dan emosi sebenarnya yang dibutuhkan adalah keramaian. Coba saja tenggelamkan diri kalian dalam keramaian. Memperhatikan apa yang orang lain kerjakan, memandang indah ciptaan Tuhan, itu lebih baik daripada menangis sendiri dalam kamar.

                
           Aku tersenyum ketir ketika melihat bulan di awan hitam menertawaiku. Seakan dia mengejekku, “Bodoh kali kau! Hidup selalu mempermainkan kau, kenapa kau musti membuat serius hidup?”. Di sinilah aku tersadar dan bangga akan sisi berwarnaku. Aku tak pernah bisa benar-benar dibuat menangis oleh orang-orang penghempas mimpiku! Tapi kemudian aku berpikir kembali, sesuatu—apapun itu—selalu dan pasti memiliki dua sisi. Dan aku teringat akan sisi gelapku, yaitu ketika dihadapkan pada suatu masalah jarang sekali bisa berpikir positif dan selalu pesimis. Akankah para perusak mimpi—manusia—merubahnya? Atau Sang Pemberi Mimpi yang merubah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar