 |
| Maaf jelek, yang penting maknanya bukan gambarnya, kan? ;) |
Sederhana,
apa kalian pernah merasa mata pemberian Tuhan yang serba guna ini selalu
terpatok pada satu pusat yang tanpa kalian sadari sebenarnya kalian sedang
berada pada dunia yang sangat ramai? Apa itu? Seandainya aku tahu jawabannya,
mungkin sekarang aku tak terlihat seperti orang bodoh! Ya, terpatok pada satu
pusat yang…indah, menarik dan seakan selalu kita tunggu seulas senyumnya atau
se-Hertz gelombang suaranya. Bukan, ini bukan berlebihan, aku hanya bingung
bagaimana cara menggambarkannya. Dalam sebuah foto dia terlihat begitu jelas
dan sangat mudah tergambarkan—walau sebenarnya aslinya lebih baik. Tapi dalam
kalimat, bagaimana aku melukiskannya? Sempurna? Tidak, kesempurnaan hanya milik
Allah! Indah? Mungkin, tapi dia masih tak seindah pemandangan di Sentosa Beach,
Singapura! Keren? Sepertinya, tapi masih tak lebih keren dari Zayn Malik 1
Direction. Tunggu! Aku…bicara apa? Aku tak pernah memandang semua sisi yang
baru kusebutkan tadi! Yang aku tahu titik pusat itu selalu menarik perhatianku,
membuatku dapat diam dalam waktu yang cukup lama dan membuatku berpikir, apakah
selama ini dia merasa selama ini pada tiap harinya ada sepasang mata yang setia
dalam diam melihatnya melakukan segala hal, ada sebuah hati yang menunggu dalam ketidakpastian
akan keindahan dalam bayangannya atau…ada seonmggok jantung yang selalu seperti
habis mengelilingi sepuluh GOR ketika berada di dekatnya?! Aaah…semua ini tak
cukup gila melukiskan keadaanku. Lebay? Ya terserah kalian, tapi inilah yang
terjadi. Aku dan Mata Angkasaku akan tetap menulis dan berpikir tentang…titik
pusat itu!
14:47
Sabtu, 15 Juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar